mesin-its-indonesia

Terobosan-Terobosan Teknik Mesin

In pendidikan, teknik mesin on 13/05/2008 at 15:30

oleh: Prof.DR.Ir. Triyogi Yuwono, DEA
Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS 1996-2003

Putri Memberi Gairah?

Rutinitas pelaksanaan proses akademik dengan iklim akademik yang kurang bergairah selama ini telah menyebabkan rendahnya motivasi belajar mengajar dan tidak terciptanya budaya kompetisi dalam bidang akademik. Hal ini pada akhirnya akan mempengaruhi pencapaian target akademik, yang tercermin dalam rendahnya pencapaian Indeks Prestasi Semester dan Indeks Prestasi Kumulatif maupun panjangnya masa studi dari lulusan.

Berawal dari pemikiran tersebut, Prof. DR. Ir.Triyogi Yuwono, DEA bersama dosen-dosen lain menggagaskan diterapkannya program PMDK khusus putri. Akan tetapi, program ini baru terealisasi saat Periode Ketua Jurusan (kajur) sesudah Beliau. Triyogi yang dalam masa jabatannya sebagai Ketua Jurusan (kajur) Teknik Mesin ITS (1996-2003), menilai sebenarnya para mahasiswanya mempunyai kemampuan yang sama bahkan lebih daripada jurusan-jurusan lain. Selama ini, mahasiswa Mesin yang berhasil lulus sesuai dengan standar (8 semester), tidak lebih dari 10% dari tiap angkatan, akan tetapi banyak mahasiswa di jurusan lain dapat menyelesaikan masa studinya tepat waktu.

“Dengan adanya program khusus PMDK ini, diharapkan kehadiran mahasiswi di dalam kampus Mesin dapat memberi semangat atau penyeimbang suasana sehingga nantinya diharapkan dapat memacu para kaum adam untuk dapat menyelesaikan studinya dengan tepat waktu,” ungkapnya.

Program QUE: Pioneer TOEFL, Remidial, dan Asisten Dosen

Kajur yang dalam tujuh tahun masa jabatannya ini memang mempunyai cita-cita utama untuk memperbaiki atmosfer akademik yang ada, selain ide tentang diadakannya program khusus PMDK putri, masih banyak lagi peristiwa luar biasa yang turut mewarnai sejarah berdirinya Teknik Mesin hingga 50 tahun ini.

Prestasi Jurusan dalam memenangkan dana pendidikan QUE salah satunya, lewat QUE ini Teknik Mesin bisa selagkah lebih maju daripada jurusan-jurusan lain di kampus ITS. Baik itu dalam hal akademiknya maupun sarana dan prasarana pendukungnya. Seperti diadakannya TOEFL pertama kali di Jurusan Teknik Mesin ITS tahun 2001, walaupun secara de jure tidak ada aturan akademik di dalamnya, namun setidaknya Mesin sudah bisa menjadi pioneernya. Sedangkan di kampus ITS sendiri baru menagdakan TOEFL sekitar tahun 2004.

Masih dalam bidang akademik, diadakannya Semester Pendek (SP), remidial program, mengaktifkan kembali asisten dosen yang dulunya ada namun telah hilang diharapkan dapat memperbaiki atmosfer akademik yang mulai lesu saat itu. Namun peningkatan kualitas akademik selayaknya juga diikuti oleh peningkatan kualitas infrastruktur yang ada, oleh karenanya lewat adanya QUE jurusan mengadakan perbaikan fasilitas umum seperti WC, AC, gedung, dibangunnya taman untuk mendukung hal tersebut

Kemahasiswaan yang Termanjakan

Dalam bidang kemahasiswaan jurusan juga ikut andil dalam mendukung keberlangsungan sebuah Himpunan Mahasiswa Mesin. Seperti pemberian sokongan dana untuk kegiatan kemahasiswaan yang boleh dikata cukup besar jumlahnya bila dibandingkan dengan dana yang dianggarkan ITS untuk tiap jurusan. Peraturan yang ada di ITS kegiatan kemahasiswaan di jurusan dianggarkan 3% dari dana SPP, namun waktu itu jurusan mesin sudah berani membiayai 100 juta untuk terlaksananya kegiatan kemahasiswaan.

Namun agaknya pemberian dana yang cukup besar ini lama kelamaan dirasa Triyogi terlalu memanjakan mahasiswa, sehingga di akhir kepengurusan beliau terjadi pengurangan anggaran dana untuk kegiatan kemahasiswaan. Hal ini ditujukan untuk memotivasi mahasiswa agar tidak menjadi seorang peminta-minta tetapi menjadi seorang engineer muda yang profesional dan punya kompetensi yang tinggi dalam mewujudkan segala keinginannya.

Foto: Prof Triyogi bersama Menkominfo, M Nuh

  1. Indahnya teknik mesin ITS sangat baru terasa setelah lulus dari Teknik Mesin ITS. Terima kasih bapak-bapak dosenku.

  2. Terimakasih banyak pak

  3. idem

  4. pemikiran yang ilmiah,,moga teknik mesin punya bendera

  5. lumayan untuk obat kuangen nek kampus dan kos-kosan apalagi nggarap tugas nek lab kompeter jurusan .maturnuwun pak dosen dan bu dosen

  6. exellent innovation,, bukan dg paksaan atw hukuman untk meningkatkan prestasi lulusan n menekan lama studi namun dg sesuatu yg alamiah.. terimksh bwt para dosen2,,sungguh sgt brmfaat d dunia krja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: