mesin-its-indonesia

ITS Ueber Alles: Segera Jadilah Mandiri!

In IPTEK, Kompetensi Lulusan, Opini, pendidikan, Penerimaan Calon, teknik mesin on 19/12/2007 at 13:48

oleh: Buchori Nasution

Awal: Penerimaan yang Mengharukan

Masih terbayang awal-awal memasuki kampus ITS di Simpang Dukuh tahun 1957 dan dipelonco oleh kakak-kakak senior baik dari Mesin maupun dari Sipil yang rasanya begitu keras hampir-hampir tidak tertahankan. Disuruh mengerjakan sesuatu yang tidak mungkin dikerjakan. Terngiang-ngiang di telinga slogan-slogan “Yo opo carane kudu iso, kudu wani, kudu berhasil” tetapi dengan cara yang benar.

dokumenterjuga-1_edit.jpg

Kakak-kakak senior pada saat pembalasan tidak ada yang lari menunjukkan jiwa yang sportif. Kemudian pada saat-saat akhir perpeloncoaan, saat penutupan dengan api unggun semua menangis saling memaafkan dan rasa dekat sekali antara senior dan junior, dan senior sebagai kakak bersedia untuk meminjamkan buku serta menenter yuniornya dengan ikhlas. Indah sekali rasanya pada saat-saat itu. Perasaan itu terbawa terus sampai sekarang.

Dosen yang Praktisi

Para dosen yang merupakan praktisi langsung di lapangan, Pak Kandar, Pak Mulyani, Pak RAM Husni, Pak Suroyo, Pak Tjoa Bian Yong, Pak MN Saleh, Pak Hariono, Pak Sution Ardjanggi, dan lain-lain banyak memberikan kepada kami masalah-masalah yang langsung dihadapi di lapangan dan bagaimana mengatasinya jadi bukan sekedar kurikulum yang ada.

Selain itu yang lebih penting lagi keberanian dari Bapak-Bapak tersebut untuk memberikan kepada senior-senior kami titel insinyur dan ternyata di lapangan tidak kalah dengan insinyur yang lain. Dari Bapak-Bapak Dosen kami tidak hanya mendapatkan hal-hal yang menyangkut akademis tetapi lebih banyak yang non akademis yang sangat berguna dalam melakukan pekerjaan.

Jiwa yang Ueber Alles

Proses berikutnya menanamkan jiwa juara pada adik-adik di Fakultas Mesin dengan slogan “Mesin Ueber Alles” memberikan semangat, jiwa dan mental kepada adik-adik di Fakultas Mesin untuk tidak boleh patah semangat, pantang menyerah, tekun, jujur, terpercaya, serta humoris, dengan penggerak perpeloncoan AAS (arab, ambon dan sumatra: Farid Bakarman almarhum, Charly Pelupessy, serta saya sendiri).

Saat-saat yang indah juga pada waktu itu kedekatan kami dan kawan-kawan sebagai mahasiswa dengan Bapak Dr. Angka Nitrisastro yang kami anggap sebagai orang tua kami sendiri dengan seluruh keluarganya bagaimana komitmen serta konsistennya dalam mempertahankan tujuannya dan disertai keikhlasan yang tinggi.

Rantai Hidup: Kerja-Belajar-Makan-Prestasi

Pada awal-awal keadaan memang sulit sekali sehingga banyak dari kawan-kawan yang membantu pekerjaan-pekerjaan di kampus. Para mahasiswa mendapatkan jatah beras dari YUBM (yayasan urusan bahan makanan yang sekarang menjadi Bulog) dengan harga sepertiga harga pasar dan kelebihan harga digunakan untuk biaya Dewan mahasiswa, sementara beberapa kawan diminta oleh Pak Angka untuk masuk ke rawa-rawa Sukolilo untuk mengukur tanah yang sekarang menjadi kampus ITS betapa sulitnya mengadakan pengukuran pada waktu itu dengan alat yang sederhana.

Saya dipercaya oleh Dekan waktu itu Pak RAM Husni untuk merangkap jabatan sebagai kepala tata usaha Fak. Mesin, mengatur seluruh administrasi di fakultas Mesin. Sepuluh tahun di kampus semua dosen meminta kepada saya untuk segera menyelesaikan kuliah dan pada 1969 selesai.

Awal Kedua: Berdagang, Berjuang, dan Mandiri

Satu hal yang menggelitik bahwa sebagai seorang muslim yang harus mengikuti jejak Rasul yang hidupnya diawali dengan dagang. Bersyukur sekali bahwa begitu selesai kuliah langsung bisa bergabung dengan perusahaan yang hebat seperti Pabrik Colibri (PT Unilever Indonesia). Banyak yang mencemooh, orang design ketel, mesin perkakas, kok kerja di pabrik sabun, pasta, bedak, kok bukan di industri mesin.

Bagian mesin itu hanya bagian kecil dari seluruh proses. Bagaimana menghargai disiplin ilmu yang lain, team work, memperdalam masalah keuangan, sales, marketing, stock, maintenance, method engineering, membuat estimate, bagaimana evaluasi dengan melihat aktualnya, market test / dengan door to door, melihat kekuatan kompetator dan kekuatan kita sendiri, menyusun strategi, membangun organisasi, menentukan visi organisasi dan sebagainya semuanya bisa didapatkan dengan kemampuan komunikasi yang baik.

Timbul fikiran mengapa tidak membuka usaha sendiri akhirnya pada 1974 akhir bergabung dengan kawan-kawan sesama SMP 6 Surabaya bekerja dalam bidang konsultan Engineering. Perjalanan selanjutnya dengan mudah membangun perusahan dalam bidang yang lain seperti supplier ke hankam, tambang, kontraktor, konsultan serta retail dan terakhir pendidikan.

Enterpreneurship & Kepeminpinan: Dasar Kemandirian dalam Pendidikan

Pada waktu mengadakan perjalanan keluar baik ke Eropah, Jepang, Amerika timbul pertanyaan yang sangat mengganggu. Mengapa mereka dapat maju dengan Sumber Daya Alam yang tidak besar kalau dibandingkann dengan negara saya sendiri yang sangat kaya dengan potensi Sumber Daya Alam nya. Dimana letak kekurangan kita?

Oleh sebab itu saya mencoba mencari lewat pendidikan. Bagaimana caranya mereka mendidik anak bangsanya sejak dini, apa yang diberikan sebagai kurikulum sehingga mereka menjadi bangsa yang maju. Ternyata konsep dasarnya sangat berbeda.

Inggris kurikulum dasarnya hanya 3: Science, Technology dan Moral Education. Science sangat luas termasuk MIPA, Moral bagaimana akhlaqnya kepada Raja sebagai lambang persatuan “The King cannot do no wrong” dengan penasehat-penasehat yang terdiri dari orang-orang pilihan, Akhlaq kepada sesama anak bangsa sportivitas antara satu dan yang lain tetapi sangat curang terhadap bangsa lain. Kurikulum Technology yang mempersiap kan anak bangsa untuk berpola fikir dagang.

Diberikan sejak umur 5 tahun sampai umur 15 tahun. Kita lihat rata-2 negara maju karena pola berfikirnya mengembangkan perdagangan (Singapore, Inggris, Belanda, Taiwan, Korea, Hongkong, Jepang, Malaysia). Bukankah agama mengatakan 9 dari 10 pintu rezki ada didalam perdagangan? Bukankah Rasul memulai kariernya sebagai pedagang?

Dagang adalah suatu profesi yang membuat kita menjadi pribadi yang mandiri. Kemudian di Amerika saya menemukan kurikulum kepemimpinan yang diberikan sejak umur 9 tahun sampai umur 19 tahun yang tidak diberikan kepada seluruh warga, hanya seperenam itupun untuk kalangan tertentu.

Jadilah Elang! Rengkuhlah Alumni!

Melihat ini semua timbul lagi cita-cita yang dulu sudah kita canang kan “Mesin Ueber Alles”. Dan bagi sekelompok pengecut dianggap arogan. Mengapa Jurusan Mesin kita lulusannya hanya menjadi penjual ijazah, untuk menjadi kuli orang, bukan orang-orang yang bisa menciptakan lapangan kerja dengan para pekerja dari berbagai disiplin ilmu? Biarkan perguruan tinggi lain atau fakultas lain menciptakan para pekerjanya tetapi mesin kita yang menjadi pemimpinnya atau orang yang bisa menciptakan lapangan kerja untuk mereka.

Kalau mesin bisa memulai ini nantinya akan timbul slogan bukan hanya “Mesin Ueber Alles” tetapi “ITS Ueber Alles”. Setiap orang hidup seharusnya memiliki cita-cita tujuan / visi kalau tidak maka orang itu hidupnya hanya bisa jadi bebek. Bangsa kita tidak memiliki Visi maka kita menjadi bebek dan didikte oleh bangsa lain. Adik-adik di Mesin harus berani menjadi Elang terbang tinggi kelihatan kesepian tetapi dapat melihat sesuatu lebih luas lagi dan dapat mengangkat martabat bangsa lebih tinggi lagi.

Oleh sebab itu pelajari dan hayatilah konsep pendidikan Technology di Inggris dan berlatihlah terus-menerus konsep kepemimpinan dari Amerika yang sudah kita modifikasi sehingga tugas kita sebagai Khalifah di bumi Allah ini dapat terlaksana dengan baik.

Beberapa kakak seniormu mesin yang sudah memiliki pengalaman kerja di beberapa perusahaan sadar sekali akan kurikulum kepemimpinan ini sangat penting dan mereka sudah berlatih. Mereka sangat ingin berbagi dengan adik-adik yang ada di kampus tetapi masih terbentur prosedure dan administrative. karena hal ini memang tidak pernah kita dapatkan pada kurikulum yang ada dari Diknas.

Harapan, Kenyataan, dan Keharusan: Mandirilah!

Harapan saya agar adik-adik bisa menjadi Entrepreneur besar di belakang hari dan hal ini selalu mungkin. ini merupakan tantangan, dan saya sadar adik-adik di mesin adalah orang yang berani menghadapi tantangan. Bukankah ada ungkapan bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari sekarang?

Oleh sebab itu, pada waktu malam evaluasi apa yang kamu kerjakan hari ini, dan persiapkan apa yang akan kamu kerjakan untuk besok yang bisa lebih baik dari hari ini, dan kerjakanlah apa yang kamu tulis itu. Berfikir, berfikir, dan berfikir, agar kita amanah terhadap sesuatu yang bernama akal yang diberikan oleh Allah kepada kita. Hanya orang-orang yang pengecut, lemah, tidak bertanggung jawab yang tidak berani menghadapi tantangan / perubaan.

Semuanya akan kita dapatkan dengan selalu terus berlatih, berlatih dan berlatih, jangan cepat puas, tingkatkan terus rasa ingin tahu (curiousity), karena kalau ini mandek maka kita akan jadi mayat hidup, hidup tidak berarti.Bukankah proses belajar itu mulai dari buaian sampai ke liang lahat? Karena begitu kita mulai berhenti belajar atau berfikir maka proses kepikunan akan menyerang kita.

Tanamkan benar-benar bahwa apapun yang kita kerjakan adalah dalam mencari ridho Allah. Dan selalu meminta petunjuk pada-Nya bukan pada manusia. Sehingga pada waktu kita dipanggil kembali kita kembali dengan tenang. Tingkatkan terus Akhlaq kita, baik akhlaq kepada Allah (:sahadat, Mukminin, Muttaqin, Mukhlisin) dan terfikirkan kepada sesama manusia (:kepedulian mau berbagi apa saja, dan dapat dipercaya) dan kepada alam semesta dengan seluruh isi nya (:kepedulian mau memenuhi kebutuhan alam dan dapat mengaturnya agar seimbang) yang merupakan titipan Allah kepada kita.

Ucapkan terus di dalam hati bahwa “saya bisa… saya bisa…saya bisa…” dan kamu akan bisa dan apabila ini tidak dilakukan sampai kapanpun kamu tidak akan melakukan sesuatu dengan sepenuh hati.

Semoga adik-adik di Mesin bisa merubah paradigma pendidikan dari anak didik yang siap pakai, penjual ijazah (kuli) menjadi anak mesin yang siap memakai, mandiri-pemimpin/ Khalifah fil Ard.

Hidup Mesin “Mesin Ueber Alles”

  1. vivat mesin

  2. mesin ueber alles 3x

    Diandra Devia M51

  3. vivat MESIN

    MESIN UBER ALLES 3x

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: