mesin-its-indonesia

Penerimaan Calon Mahasiswa

In Kurikulum Materi, pendidikan, Penerimaan Calon, Strategi Pembelajaran on 22/07/2007 at 05:52

Halo,

Sebentar lagi civitas akan menerima adik-adik yang baru. Apa sudah dipersiapkan penerimaannya?

Khan sekarang sudah ada asrama (selama 1 semester ya?).

Terus saya lihat perkembangan intake-peserta sudah bergeser dari yang dulu surabaya (dan kota-kota besar lainnya) sekarang sekitar surabaya dan kota-kota kecil diseputar jatim. Jadi pasti beda wawasannya.

Terus sekarang khan udah jamannya infor. bebas. Sudah banyak lho SMA (dipelosok sekalipun) yang punya website sendiri, bahkan sudah punya blog. Saya yakin lulusannya juga sudah sedikit2 kenal blog. Ada pergeseran tuntutan infor. yang bebas.

Belum lagi perkembangan teknol. lainnya yang lebih mempermudah. Kemungkinan ada perilaku instant yang lebih menonjol (belum tentu buruk lho).

Mungkin gak kalo calon adik-adik kita lebih tahu sedikit banyak mengenai dunia luar daripada kita-kita. Sementara itu untuk dunia kampus kita saya masih percaya kita-kita ini yang lebih tahu.

Nah kalo calon adik-adik kita sampai salah tangkap mengenai dunia kita dengan merasa bahwa para akadmisnya koq rada ketinggalan, lalu menggeneralisir dengan menganggap bahwa kampus ini juga ketinggalan, apa gak mungkin dia akan kecewa, merasa salah masuk, putus semangat, gak mempercayai apa-apa dari akademis.

Khan bisa banyak kerugiannya? Bener gak?

Nah, gimana? Anda sebagai senior/junior silakan memberi masukan ya…

JB Ariatedja, ariatedja[at]me.its.ac.id

  1. […] Penerimaan Calon Mahasiswa […]

  2. […] Penerimaan Calon Mahasiswa […]

  3. Jika kita menyederhanakan (sekali) intake-mahasiswa dengan menganggap asal Surabaya sebagai patokan budaya perkotaan, dan kemitraan sebagai patokan non-prestasi, maka saya coba berhitung sedikit seperti ini:

    Mesin ITS menerima mahasiswa dalam dua jalur besar, yaitu:
    1. SPMB (hasil ujian penerimaan, berbasis prestasi)
    2. PMDK (penerimaan khusus yang berbasis macam-macam)

    PMDK sendiri terdiri dari 6, yang bila dikelompokkan seperti berikut:

    PMDK Prestasi = 1 (dari Bontang)
    PMDK Beasiswa = 3 (semua dari luar Surabaya)
    PMDK Reguler = 35 (2 yang dari Surabaya, 6 luar Jatim)

    PMDK Kemitraan = 21 (3 dari Surabaya, 12 luar Jatim)
    PMDK Mandiri = 22 (5 Surabaya, 5 luar Jatim)

    PMDK Wanita = 40 ? (data informal)

    Jadi, secara umum (diluar PMDK Wanita) dengan total 82 mhsw:

    – hanya 10 (12%) PMDK berasal dari Surabaya
    – hanya 2 PMDK Reguler/Prestasi berasal dari Surabaya

    – lebih dari 50% PMDK Kemitraan/Mandiri
    – 35 PMDK Kemitraan/Mandiri (43%) berasal dari luar Surabaya

    Mungkin bisa diartikan:

    Satu sisi mengisyaratkan kemajemukan budaya PMDK kita, sisi lain menggambarkan mayoritas PMDK bukan budaya perkotaan.

    Satu sisi menggambarkan pemasukan dana kemitraan yang cukup banyak, sisi lain menggambarkan kecenderungan penerimaan yang berbasis bukan prestasi.

    Sementara ini data PMDK Wanita, apalagi data SPMB belum ditelaah.

    Ini mungkin bisa sebagai bahan awal dalam menentukan strategi pembelajaran dan strategi orientasi mahasiswa baru.

  4. Baru saja saya baca ulasan Prof Probo mengenai peningkatan nilai rata-rata calon hasil penerimaan SPMB.

    http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=3864

    Ulasannya intinya:

    ”Meski tetap pada peringkat keempat tapi input yang menjadi mahasiswa ITS tahun ini mengalami kenaikan signifikan, karena nilai rata-ratanya mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu ITS berada di posisi keempat dengan nilai rata-rata 704,06, kini berada di peringkat empat tapi nilai rata-ratanya naik di angka 719,70,” katanya.

    Ini artinya, kata Probo menjelaskan, input mahasiswa yang diterima di ITS tahun ini masih lebih tinggi dibanding tahun lalu dan secara signifikan juga mengalami peningkatan. ”Ini bisa dilihat dari tingkat keketatan yang tahun ini mencapai 10,54 persen sedang tahun lalu 11,20 persen. Ini menunjukkan persaingan untuk memperoleh kursi di ITS masih cukup ketat. Artinya dari 100 orang pendaftar hanya diterima 10 orang yang sebelumnya 11 orang,” katanya.

    Sayangnya saya melihat dari sudut lain:

    Karena peringkat kita masih sama seperti tahun lalu, berarti PTN lain juga mengalami peningkatan yang kurang lebih sama.

    Artinya: bahwa performa/brand ITS setidaknya masih sama seperti dulu, belum ada sebuah terobosan unik yang dapat meningkatkan kepeminatan siswa untuk masuk ke ITS.

    Iya enggak? (Komentar lain di ITS Online)

  5. Berdasarkan realita, sebenarnya peminat ITS tu bnyk bgt ,bahkan bertaraf internasional cuman mereka kurang PDaja dg potensi mereka cozITS universt.level tinggi n`gak smua anak bs masuk sana.Saya salah satu fans its tek.mesin mau tanya sertifikat lomba MECHANICAL COMPETITION masuk semi final,nah itu bs dipakai pmdk gak? jk ditmbah sertfikat olymp. FISIKA yg laen.saya pelajar SMA KLS 12 Email saya :nh_zone89@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: