mesin-its-indonesia

Kiat Sukses Memulai Bisnis Bermodal ‘Dengkul’?

In Kompetensi Lulusan, pendidikan on 18/07/2007 at 08:25

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Juli 15th, 2007

Mencari pekerjaan sulit di zaman ini. Jumlah angkatan kerja tidak sesuai dengan ketersediaan formasi pekerjaan. Angka pengangguran meningkat setiap tahun. Data tentang pengangguran terbuka dari tahun 1996 ke 2000 meningkat, yaitu sebesar 4,228,115 orang (4,9%) tahun 1996 menjadi 5,965,795 orang (6,1%) pada tahun 2000. (Pengukuran pengangguran terbuka dalam sakernas, laporan # 35 paper statistik # 7, uzair suhaimi, yahya jammal, 2001)

Usaha sektor non formal menjadi pilihan mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan. Ironinya, kesempatan mendirikian usaha kecil tidak menarik bagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan relatif tinggi.

Kompetensi Saja Sudah Cukup?

Idealnya lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan melakukan analitis, yaitu merubah persoalan yang rumit menjadi sederhana. Kemampuan analitis dapat digunakan untuk mengungkapkan kemungkinan resiko dan peluang pendirian sebuah usaha.

Sayangnya kebanyakan lulusan perguruan tinggi lebih menonjolkan aspek munculnya dampak negatif daripada peluang bisnis itu sendiri. Sehingga mereka tidak memiliki keberanian untuk memulai usaha.

Bagaimana mungkin cukup bagi penyelenggara program studi hanya dengan mengandalkan mata kuliah kewirausahaan (2 sks) untuk dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknologi dan spirit kewirausahaan (technopreneurship). Apalagi sistem perkuliahaan kewirausahaan lebih banyak di ruang kelas.

Modal Usaha sebagai Penghambat?

Selanjutnya aspek permodalan adalah salah satu faktor penghambat lahirnya wirausahawan muda. Modal dianggap segala-galanya. Perhitungan investasi, operasional, dan tingkat pengembalian modal menjadi begitu rumit dan menakutkan. Sehingga mereka lebih memilih sebagai sosok pencari kerja daripada membuka usaha dan lapangan kerja.

Modal usaha penting tetapi bukan dijadikan alasan untuk tidak memulai usaha. Modal merupakan sumberdaya kekayaan perusahaan. Pemodal berarti pemilik modal. Sedangkan Modal tidak selalu dalam wujud uang. Sehingga Pemodal adalah pemilik sumberdaya yang bukan selalu uang.

Keberanian = Faktor Kunci

Jadi bagi seseorang yang tak memiliki uang terbuka peluang untuk menjadi pemilik usaha “bussines owner”. Pernyataan banyak orang bahwa modal non uang adalah modal dengkul. Dengan bermodalkan dengkul kaki sendiri, seseorang dapat menahan beban dan berjalan serta beraktivitas usaha. Artinya tanpa diawali modal uang sebuah usaha dapat berdiri dan berjalan serta tumbuh dan berkembang membawa harapan pemiliknya.

Kalau seseorang tidak memiliki dengkul sendiri, gunakan dengkul orang lain. Orang lain tidak akan pernah marah sepanjang ada konpensasi yang menarik dan fleksibel. Membangun kemitraan permodalan merupakan kombinasi yang rasional dan menjadi kekuatan lebih besar daripada modal dengan dengkul sendiri.

Keberanian mengambil resiko adalah syarat utama untuk menjadi pebisnis. Keberanian memulai usaha dengan modal dengkul menandakan kapasitas, kekuatan dan daya saing pebisnis itu sendiri. Semua orang memiliki potensi menjadi pebisnis modal dengkul. Perbedaan menyolok satu dengan yang lain adalah keberanian bertindak.

Sikap berani bertindak mampu mengeliminir hambatan terbesar merintis bisnis, yaitu permodalan. Hambatan ketidaktersediaan modal hendaknya jangan dijadikan alasan untuk tidak memulai, tetapi sebaiknya memicu lahirnya kreatifitas dan gagasan yang gemilang.

Setiap gagasan atau ide yang lahir dari rahim seorang tak ber-uang memiliki daya tahan untuk bertahan dan berpotensi tumbuh berkembang. Beranikah anda menjadi Pebisnis modal dengkul?

Ayo Indonesia Bangkitlah !

  1. Modal dengkul sejatinya hanyalah sebuah ungkapan, tapi penuh makna. Makna inilah yang mesti kita ungkap dan jelaskan agar orang lain bisa bangkit. Modal tak terbatas yang kita punyai adalah pikiran kita yang bersumber pada otak kita. Potensi kita sejatinya tak terbatas, hanya kitalah yang membatasinya melalui pikiran kita. Otak kita terdiri atas 100 miliar sel lebih dan baru kita manfaatkan kurang lebih 2%. Ayo, kita gali potensi kita lewat forum ini.

    Salam dahsyat selalu.

  2. Modal paling lemah (padahal relative paling murah & terbesar) yang dimiliki para alumni ITS khususnya mesin adalah jaringan/pertemanan para alumni ITS (dlm artian positif), krn disitu akan terkumpul berbagai macam potensi masing2 individu baik modal, pengalaman maupun kemampuan akademis dan teknis yang sangat berguna untuk memulai suatu usaha/bisnis.

    Bagi saya hal tersebut sangat vital saya rasakan bagi usaha yang saya rintis sekarang. Saya kesulitan untuk membuat relasi dengan saudara2 saya alumni ITS khusus mesin ITS. Itu yang saya lihat kita kalah dengan orang lain kita terlalu sibuk bermain sendiri walaupun sebenarnya kita secara akademis lebih pintar dari mereka. Tapi bisnis bukan sekedar akademis, butuh banyak hal dan itu bisa mudah diperoleh dari teman.

    MESIN UBER ALLES

  3. Artikel yang sangat menarik. Saya suka dengan kiat usaha di artikel mas. Saya ingin minta izin kalau boleh mengcopy, mempaste artikel Mas di blog saya. Demi memacu semangat saya unyuk lebih baik setiap melihat artikel ini.
    Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
    Salam sukses selalu.

  4. emang bener sih banyak orang yang sukses dengan modal dengkul, yang penting tetep kerja keras, sabar, banyak doa dan inovasi.

    123sukses.blogspot.com/

  5. YA TERIMAKASIH MOTIVASINYA??? KERENa kita butuh mitivasi ini…thaks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: