mesin-its-indonesia

Bongkar SDM (mesin)

In Kompetensi Dosen, pendidikan, Sistem Pendukung, teknik mesin on 30/05/2007 at 00:00

Saya bedah mengenai sumber daya manusia dan faktor yang mempengaruhinya. (data 2000, khusus teknik mesin) << Bagaimana Caranya?

———————

Jenjang kita adalah: Guru Besar, Lektor Kepala, Lektor, Asisten Ahli
Jumlah pengajar +- 60

NIP 130XXXX (usia 50-an) jumlah 33 (58%), mayoritas Lektor 58%, meski ada Asisten Ahli 1. S1 45%, dan S2 24%, sisanya S3 Disini ada beban S1 besar.

NIP 131XXXX (usia 40-an) jumlah 18 (29%), maksimal masih Lektor Madya S2 61%, sisanya S3, tidak ada S1 S2 seharusnya sudah S3. Jenjang lambat.

NIP 132XXXX (usia 30-an) jumalah 11 (18%), maksimal Asisten Ahli Madya S2 73%, S3 27% Kualifikasi cukup baik, namun jenjang masih bisa diangkat.

——————–

Peningkatan jenjang (pangkat/jabatan) dosen dapat dilakukan dengan kualifikasi pendidikan, atau dengan pengumpulan angka kredit.

mengajar (max 12 sks) : 10
membimbing : 15
menulis diktat : 5
menulis buku : 20
jurnal nasional : 20
seminar nasional : 10
sadur buku : 15
paten nasional : 40
organisasi : 5

Bagi dosen yang lebih menyukai ngajar, maka mungkin bisa melakukan:

mengajar 12 sks
membimbing
menulis diktat
(1/2) menulis / menyadur buku
organisasi

Bagi dosen yang lebih menyukai meneliti, maka mungkin bisa melakukan:

mengajar 12 sks
membimbing
(1/2) meneliti atau menulis buku
(1/4) mematenkan penelitiannya

maka dalam 1 semester terkumpul sedikitnya 40, dalam 2 tahu sudah punya modal untuk naik jenjang.

Artinya juga dalam 40 jam/minggu, maka

sisihkan waktu tidak lebih 10 jam untuk ngajar
sisihkan waktu tidak lebih 10 jam untuk bimbing
sisanya (20 jam) gunakan untuk menulis

Rata-rata dosen mesin mengajar 4 sks reguler dan 3 sks ekstensi = 7 sks Bila diambil patokan 1 sks = 150 menit maka ngajar akan menghabiskan waktu 21 jam (7*150/60).

Oleh karena itu idealnya setiap dosen cukup mengajar 4 sks (=10 jam), atau dia mengajar pada materi yang sama, atau pada kelas yang besar.

—————

Jadi,

  • peningkatan kemampuan dosen masih diperlukan dengan tetap melihat karakter given-nya. Dorong dan fasilitasi pada proses berkreasi (menulis). Siapkan akses untuk menulis/mencetak buku (kalo bisa punya langganan percetakan dan jurnal), mengikuti jurnal/seminar.
  • beri kompensasi yang jelas (buka hanya uang) berkaitan dengan ‘kesempatan untuk menulis’ bagi dosen yang banyak berkarya di-oficial/organisasi. Kerjaan ini banyak kerja dan uangnya tapi sedikit kreditnya.
  • efisiensikan proses mengajar sehingga bebannya tidak melebihi 10 jam/minggu.
  • punish-reward (gaji/bonus) berbasis pada semua hasil karya tulis dan mengajarnya. Tidak melulu pada absensi kehadirannya.

JB Ariatedja, ariatedja[at]me.its.ac.id
http://its.ac.id/personal/ariatedja http://julendra.wordpress.com

  1. Bagaimana kalau lampiran surat dirjen dibawah ini dibaca dengan cermat, semoga ada manfaatnya.

    GTS

    Lampiran I Surat Dirjen Dikti No. 3298/D/T/99 tanggal 29 Desember 1999

    Beban kerja normal seorang dosen tetap.

    No. Jenis Kegiatan (sesuai beban kerja ideal dosen) Jumlah jam per Minggu atau Ekuivalen A. Pendidikan 1. Mengajar matakuliah “X” (3 SKS) 9 2. Mengajar matakuliah “Y” (3 SKS) 9 3. Membimbing mahasiswa menyelesaikan Skripsi, 3 orang per semester 6 4. Perwalian mahasiswa, 20 orang per semester 1 5. Menguji ujian akhir (sidang sarjana), 3 orang per semester 0,5 6. Membuat diktat kuliah 1 diktat per tahun 2 Jumlah A 27,5 B. Penelitian 1. Penelitian (OPF, HB, SPP, dll) 1 topik per tahun, sebagai peneliti utama 10 2. Penulisan makalah di jurnal terakreditasi, 1 judul per 2 tahun, sebagai penulis utama 1 Jumlah B 11 C. Pengabdian pada Masyarakat 1. Mengadakan pelatihan insidental,1 topik per semester. 1 D. Kegiatan Penunjang 1. Aktif dalam kepanitiaan 1 panitia per tahun 1 Jumlah total 40,5

    Lampiran II Surat Dirjen Dikti No. 3298/D/T/99 tanggal 29 Desember 1999

    Rasional perhitungan jumlah jam kerja per minggu :

    Mengajar/memberi kuliah : 1 SKS (Satuan Kredit Semester) ekuivalen dengan 3 jam pelaksanaan yang terdiri atas 1 jam tatap muka di kelas dan 2 jam persiapan menyusun bahan kuliah.

    Membimbing mahasiswa menyelesaikan skripsi : Skripsi mempunyai bobot 6 SKS berarti setiap mahasiswa harus menyediakan waktu 6 x 3 = 18 jam per minggu untuk mengerjakan skripsi. Karena sifat skripsi adalah tugas mandiri, maka minimal setiap mahasiswa harus berkonsultasi dengan dosen pembimbing selama 2 jam per minggu.

    Perwalian mahasiswa : Beban normal dosen wali adalah 20 orang mahasiswa per semester sehingga dosen mengenal setiap mahasiswa yang dibinanya. Untuk hal tersebut dosen menyediakan waktu minimal 1 jam per minggu untuk konsultasi terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh para mahasiswanya.

    Menguji ujian akhir / sidang sarjana : Setiap ujian akhir (sidang sarjana) memakan waktu 3 jam sehingga jika ada 3 mahasiswa mengikuti sidang sarjana pada akhir semester, dosen penguji harus menyediakan waktu 9 jam per semester atau 0,5 jam per minggu (1 semester ekuivalen dengan 18 minggu)

    Membuat diktat kuliah : Diktat kuliah diperkirakan berjumlah 100 halaman dan untuk menjamin mutu diktat yang baik diperlukan waktu menulis yang cukup. Jika 100 halaman ditulis dalam waktu 1 tahun, maka diperkirakan setiap minggu dapat ditulis 2 halaman (50 minggu efektif dalam 1 tahun) dan untuk dapat menulis 2 halaman yang bermutu diperlukan waktu 2 jam (termasuk persiapan mencari literatur, gambar, dsb.)

    Penelitian Sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Ditjen Dikti, maka alokasi waktu yang harus disediakan oleh peneliti utama dalam melakukan penelitian Hibah Bersaing (HB) adalah 10 jam per minggu.

    Penulisan makalah di jurnal terakreditasi : Penulisan makalah yang diterbitkan di jurnal memerlukan waktu cukup lama, dimulai dari penulisan naskah, pengiriman ke dewan redaksi, review oleh tim penilai, perbaikan/koreksi oleh penulis berdasarkan hasil review dan proses penyempurnaan untuk siap cetak. Menurut kaidah nornal, diperlukan waktu 2 tahun dari saat mulai penulisan untuk akhirnya terbit di jurnal, dan waktu yang harus dialokasikan oleh penulis adalah ekuivalen dengan 1 jam per minggu.

    Pelatihan insidental : Kegiatan ini ditujukan untuk pengabdian pada masyarakat dengan memberikan jasa keahlian yang dimiliki oleh dosen tersebut. Berdasarkan kaidah normal, maka dosen mengadakan pelatihan 1 topik per semester dengan lama waktu pelatihan 3 hari kerja (ekuivalen 18 jam pelatihan). Untuk mempersiapkan bahan pelatihan diperlukan waktu minimal 18 jam, berarti diperlukan waktu 1 jam per minggu (1 semester ekuivalen dengan 18 minggu).

    Keanggotaan dalam panitia : Keanggotaan dalam panitia memerlukan komitmen waktu minimal untuk menghadiri rapat. Jika rapat rutin diadakan setiap 2 minggu dan setiap rapat normalnya berlangsung 2 jam maka diperlukan komitmen untuk 1 jam per minggu.

    “GTS”, pdifti[at]bdg.centrin.net.id

  2. […] Bongkar SDM (mesin) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: