mesin-its-indonesia

Usulan Awal

In Karakter Pelajar, Kompetensi Dosen, kurikulum, Kurikulum Materi, Sistem Pendukung, Strategi Pembelajaran, teknik mesin on 25/05/2007 at 00:00

(Bagaimana Caranya?)

Kalau boleh usul, agar tdk saling melimpahkan kesalahan dan siapa yg  paling bertanggungjawab(dosen atau mhs) dlm masalah mutu keluaran  mesin ITS,bgm kalau kita coba inventarisir permasalahan dan  mengelompokkannya kedalam 3 bagian besar:

1. Masalah utama/mendasar/soft skill (yg ada pd dosen dan mahasiswa): a.Motivasi mahasiswa dan dosen b.tehnik mengajar yg baik  c.intensitas hubungan dosen dan mhs d.upgrade wawasan dan kompetensi  dosen dll

2. Masalah kurikulim dan beban kuliah: Sblm mengkaji kurikulim yg ada, kalau perlu dilakukan study banding  dg univ2 terkenal di LN (sekalian ngelencer kyk anggota DPR mumpung  ada dana dari I-MHERE..hehehe..)

3. Masalah sarana/fasilitas dan environment (fasilitas ajar,  fasilitas riset, lingkungan yg kondusif dll) Fasilitas riset sebaiknya mendapat prioritas utama krn produktifitas  dosen dan mhs ditentukan dr sini.

Setelah proses inventarisir masalah, satu persatu dibahas solusi  terbaiknya berdasarkan sekala prioritas waktu rapat dosen. Hasil  rapat sebaiknya dikomunikasikan dg mahasiswa dan karyawan.Setidaknya  utk menjaring respon dan masukan dari mereka.

Sekali lagi maap bila ada yg kurang pas atau terkesan  menggurui…sesama guru dilarang saling menggurui..:=D

Just my two cent
Harus, harus_laksana[at]me.its.ac.id

  1. Dear all,

    Sejauh yang saya tahu pada saat kita melakukan brain storming/curah pendapat maka regulasi lampu hijau harus di on. Maknanya adalah any idea silakan masuk, tidak peduli masuk atau tidak masuk akal. Pada tahap penapisan barulah lampu kuning menyala yang berarti komentar thd usulan mulai diumbar dan terakhir nanti saat mengambil keputusan baru lampu merah menyala. Untuk kali ini saya minta maaf dan minta ijin mau main lampu kuning sedikit berkait dengan AKAR MASALAH.

    1.Gaji dosen kecil sama sekali bukan akar masalah. Sejak awal seseorang mendaftar jadi dosen dengan kesadaran penuh sudah tahu bahwa gaji dosen ya segitu itu. Kalau kemudian ada yang menganggap hal ini sbg akar masalah saya jadi bertanya, maaf, siapa yang sudah tega menjerumuskan beliau menjadi dosen shg menjadi orang termiskin di dunia :-(( Saya tidak habis fikir bahwa ada sesorang sarjana yang menjadi dosen karena terjerumus atau terpaksa bukan karena his/her own will. Saya sangat berduka cita untuk yang satu ini. Tidak berarti saya tidak membutuhkan peningkatan kesejahteraan lho. Komitmen dosen (termasuk saya)untuk tetap menjaga dirinya selalu berada di kampus menggauli mahasiswanya masih sangat harus ditingkatkan. Saya acapkali kelayaban memberi pelatihan OPPEK dan LKMM di berbagai tempat, menjaadi Reviewer ini itu, menjadi tim adhock di Dikti dll adalah penyebab penurunan komitmen. Tentu saja tiap orang boleh berdalih untuk hal semacam ini.

    2. Gambar mesin menurut saya masih diperlukan pakai tangan untuk ukur benda bikan sketsa dan gambar kertas. Hal ini diperlukan untuk mengasah aspek Afektif dan psikomotor mhs. Tetapi jumlahnya ya harus dikurangi karena tidak perlu sampai terampil.

    3. Training-training saya sangat setuju banget. Tinggal atur jadwal dan anggaran. Training harus disertai dengan uji kompetensi shg mhs tdk sekedar ikut gitu loh;-(

    4.Bhs Inggris; wah lebih setuju lagi. Namun demikian mhs banyak yang kesulitan and kepontalan dengar bhs inggris dosen yang sering berisi ehm, whachamacallit, dan sejenisnya. Padahal mhs sendiri juga nggak ngeh pakai bhs itu. Mungkin pakai round-round sajalah. Saya pernah coba mahasiswa presentasi proposal TA dalam bhs inggris dan it was great. Nanti akan saya coba saat ujian TA juga dalam bhs inggris.

    5. Kerjasama dengan PT di luar negeri; wah sudah banyak friend, tetapi sebagian besar justru menguras devisa. Kok tidak ada Prof dari Taiwan, Singapura Malay or Jepang jadi dosen tamu utk matakuliah tertentu selama 2 semester misalnya.

    Salam ueber alles.

    Budi Utomo Kukuh Widodo. —> item
    buditem[at]me.its.ac.id

  2. Mencari akar masalah di jurusan cukup susah, soale kakehan masalah (smile). dan saya lihat sudah banyak list masalah2 yang diungkap di milis ini.

    Menurut saya masalah2 bisa dikelompokkan dalam dua hal. 1. Pengajaran 2. Manajemen

    Kalo untuk pengajaran sudah cukup banyak masukan, dan klo saya lihat problem terbesar adalah pada kurangnya evaluasi diri. Apakah dosen sudah prepare pada jam mengajar tersebut ?, apakah target materi pada hari itu sudah tercapai ? jika sudah apakah mahasiswa dapat menyerap 80, 90 ato 100% materi tersebut? berapa persen mahasiswa yang dapat menyerap diatas 70%?. Jika memang belum tercapai target materi pada hari itu, apakah strategi untuk meningkatkannya? Menurut saya nilai mahasiswa merupakan nilai kita juga. Jika nilai mhs dalam satu kelas jelek2, apa upaya untuk evaluasi pengajaran lebih lanjut?

    Sedangkan untuk manajemen, problem besarnya adalah kurangnya reward and penalty. Sehingga apabila dosen mengajar dengan baik bisa mendapat reward dan pengakuan dan dapat dijadikan contoh. Selain itu masalah yg lain yg klasik adalah upah yang rendah, maka pihak manajeman harus banyak memperoleh tambahan energy dari sumber-sumber yang lain misalanya proyek2 dsb. Saya melihat biro teknik sudah total football kearah sana, tinggal yang susah adalah masalah “pemerataan”nya. Training2 untuk dosen sangat penting untuk menambah wawasan, seperti halnya di industry SDM nya sering diikutkan training2. training untuk dosen tentunya yg berkaitan dengan bidangnya, misalnya pak Isbunyamin ditraining heat transfer di Virginia Tech, USA. (amiin).

    Jika ada kata2 yg salah, itu dari diri saya, saya mohon maaf. Jika ada benarnya tentunya itu dari Yang Maha Benar.
    Wassalam
    Ary – KORSEL, arybachtiar2002[at]yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: