mesin-its-indonesia

Plan Do Correction Action

In kurikulum, Sistem Pendukung, teknik mesin on 12/05/2007 at 00:00

Pa Sudiyono, terima kasih atas share nya dan kemauan bapak untuk mendapatkan respond dari kami-kami yang telah selesai mendapatkan pengajaran di kampus dulu.

kalau bicara masalah silabus pendidikan s-1and/or d3 teknik mesin di kampus, saya pikir, M-ITS telah sempurna dan pastinya di universitas manapun di dunia ini yang namanya belajar ilmu mekflu sama. belajar ilmu thermodinamika juga sama. belajar ilmu operasional research, kinematika juga sama. dll.

artinya “raw material” untuk mencetak seorang engineer mesin adalah sama. bagaikan ilmu pengendalian otomat, ada proses berikutnya dari “raw material” ini untuk keluar sebagai out put. ada proses feed back, ada proses pengontrolan didalamnya, ada proses penyetelan kembali hingga pada nilai yang benar dan pada akhirnya adalah output.

maksud saya, kepengen tau seberapa benar pendidikan di M-ITS, ya harus diselami benar-benar tiap proses yang terjadi di link-link tersebut. termasuk juga proses pengontrolan, proses adjustment dan proses leveling akhir.

nah, tidak semua permasalahan pada point saya diatas adlah teknis adanya. ada yang sifatnya nonteknis. ada unsur kepentingan dan kepribadian mahasiswa, kepentingan dosen, lingkungan kampus, dll. hal-hal tersebut adalah bagian yang harus diketahui juga dan dianalisa, diberikan masukan dan terakhir dikontrol.

point akhir saya adlah adanya satu badan (terdiri dari beberapa orang profesional) yang tugasnya adalah mencatat, mengetahui, menganalisa, dan memberikan masukan berupa konsultasi baik itu buat per orangan, organisasi, kepada lingkungan dll yang tujuannya satu: menciptakan budaya yang harmonis, antara object-object yang ada dalam lingkaran pendidikan di M-ITS ini. badan ini diberdayakan untuk memberikan masukan teknis dan nonteknis. dan selalu memberikan kontrol dan selalu memberikan analisa dan selalu memberikan feedback agar proses ini tidak berhenti, tidak macet, 100% input tapi bisa mencapai 95% efisiensi. badan ini juga bisa berupa think tank – nya satu keutuhan pendidikan di M-ITS.

karena, saya pikir, jika kita menggunakan manpower dari internal department sebagai badan ini, terlalu banyak kerjaannya dan akhirnya tidak fokus pada visi dan misi dari badan ini.

kalau dikelitkan bahwa kalau mahasiswa ingin berkonsultasi pada any kind of topic, bisa saja dengan dosen wali, pengalaman saya, mahasiswa pasti akan tertutup. saya sendiri dengan dosen pembimbing TA saya dulu, tertutup hingga akhirnya malah beliau yang turun tangan. thanks to Pa TY. thanks also to Pa HS. you are great people, Sir.

itu saja yang ingin saya sampaikan, Pa Sudiyono.

donny rico m
rico.donny[at]gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: