mesin-its-indonesia

VISI-MISI-ORIENTASI

In kurikulum, Sistem Pendukung on 10/05/2007 at 00:00

Mengomentari sistem pendidikian di ITS? wow…sebenarnya bukan kapasitas  saya…wong saya bukan pakar pendidikan, pakar sekolah, ataupun pakar  pertransferan ilmu… rekan yang lain ada yang menyebutnya podo karo “nguyahi segoro”…  – kalau istilahnya pak Budi(Item) pada saat perwalian dan merasa ngenes  dengan saya, saat itu beliau memberikan istilah analog: podo karo ngajari  bebek silem, utowo ngajari iwak nglangi, utowo ngajari manuk mabur,  dsb…-

Hanya saja, boleh kan? kalau saya ikutan mengeluarkan pendapat sebagai  salah satu alumni Teknik Mesin ITS. Bukan latah, tetapi memang dari dulu  saya kepengin mengungkapkan isi hati ataupun uneg-uneg. Dan kebetulan saya  masuk dalam katagori sebagai alumni yang kurang baik prestasinya….total  menghabiskan masa perkuliahan 17 semester (include cuti 1 semester),  dengan IPK 2.49 alias predikat kelusan yang sekedar “memuaskan” (sampai  sekarang kadang saya sering bertanya dalam hati “memuaskan” apanya, dan  siapa yang dipuaskan ?). Mungkin predikat yang paling tepat adalah  “mujur”…lah wong hampir DO, berkali-kali…tiap semester juga antri jadi  pesakitan, untuk minta surat Dispensasi…makanya gak heran kalau sebagian  orang mengistilahkan saya dan teman-teman seangkatan yang lulus bareng  dengan sebutan MAPALA (mahasiswa paling lama), atau ada juga yang ngecap:  MAPORA (mahasiswa paling ora apik), atau MAPOLDA (mahasiswa paling luemot  daah)…

Namun, alhamdulillah seiring berjalannya waktu,…saya termasuk orang yang  harus banyak bersyukur bisa lulus dari Teknik Mesin ITS…meskipun untuk  lulus harus berseok-seok dan bersimbah darah istilahnya. Dan alhamdulillah  juga, sekarang saya masih tinggal dan bekerja di Singapore sebagai  mechanical engineer di sebuah private company (Pte. Ltd) Singapore yang  bergerak di bidang EPC (engineering, procurement & construction) untuk  petrochemical, oil & gas….oh ya, teman-teman saya di sini banyak yang  lulusan S2 Nanyang Technological University, lho…Saya gak merasa kalah  dengan mereka, dan saya PeDe aja kalau berdiskusi dengan mereka….sebab  mereka tidak pernah menanyakan lulus berapa semester? dapat IPK  berapa?…. waktu mendaftar di perusahaan ini pun ( 4 bln yang lalu via  internet ) di CV tak pernah saya lampirkan Transkrip belajar…selain  mereka cuma butuh experience list, ya disamping itu juga malu, bok ….hehehe Anyway,.. Tentang masa tempuh perkuliahan saya yang lama dan indeks prestasi yang  kurang menggembirakan, tidak akan saya bahas dalam tulisan ini. Mungkin di  lain waktu, jika ada wawancara kusus dengan para alumni yang yang  tergolong MAPALA./ mapora / mapolda…saya akan beberkan semuanya,  termasuk kiat-kiat kusus untuk keluar dari jerat/ belenggu kejumudan….

Kembali ke topik..

Menurut para ahli, ketika kita akan melakukan suatu perubahan, maka  pertanyaan awal adalah apanya yang mau dirubah?, mulai dari mana?, kemana  perubahan itu? apa objection dari perubahan tersebut?…semuanya harus  jelas…

Menjadi complex adalah ketika  yang akan kita rubah adalah sebuah sistem  pendidikan, yang didalamnya melibatkan komponen manusia… Dalam hali ini, maka dibutuhkan tujuan, visi dan misi yang tepat dari  Teknik Mesin ITS sebagai bagian dari institusi pendidikan tanah air. Pertanyaan saya adalah, sudahkah Tek. Mesin ITS mempunyai visi dan misi,  disamping mempunyai jargon Ueber Alles?. Selama saya kuliah , saya belum  pernah membaca -setidaknya mendengar- visi dan misi Teknik Mesin ITS. Atau  apa karena ITS sudah punya, maka Teknik Mesin ITS tak perlu membuat visi  dan misi pendidikannya? dan hanya cukup bangga dengan sebuah mars yang  sering dinyanyikan oleh maba pada saat “student day”?…

kiibarkan semangat pertiwi, tanamkan dalam jiwa diri… derap langkah seiring, gerap langkah serentak…capai ITS jaya… gapai capailah semua, raih cita-citamu…. bangun citra gemilang… generasimu tumpuan bangsa… Teknik Mesin ITS,….CUKS!!!!!

(cukup membangkitkan semangat… dan mungkin hampir 10 tahun lagu ini tak pernah aku nyanyikan…)

Kalau sekiranya memang visi Teknik Mesin ITS belum ada, dan kalau boleh  usul, dalam benak saya visi Teknik Mesin ITS itu sederhana: “mencetak engineer-engineer, master-master, dan doktoral-doktoral di  bidang mechanical yang diakui dunia.”….istilahnya go  international…world wide…alias mendunia…sederhana bukan? misinya adalah: …silakan yang lain yang usul…

apalagi jika ada target dalam 10 tahun ke depan, visi Teknik Mesin ITS  tercapai …wow…siapa yang gak bangga, rek? dalam daftar peringkat perguruan tinggi bergengsi tingkat Internasional,  Teknik Mesin ITS masuk 3 besar….. (mungkin ITS sudah bukan berarti Idola Tjewek Surabaya, tapi Idola  Tjewek-cewek Sluruh dunia)

Mungkin usul saya ini terlalu ke”muelip”en…terlalu me”langit”…atau  terlalu “melambung”…..tapi kenapa tidak?….why not gitu loch? Setidaknya kita punya mimpi. Punya tekad dan cita-cita bersama yang harus  dicapai…dan sangat mungkin, bukan? Bahkan saya rasa dan setelah saya renungkan jernih-jernih….”dreaming”  itu wajib…. Siapa pun dan institusi apapun di dunia ini, termasuk Teknik Mesin ITS itu  wajib mempunyai mimpi. Semua orang dan perusahaan yang sukses pasti mereka punya mimpi yang  besar…di banyak tulisan dan training tentang motivasi, seorang motivator  biasanya untuk pertama kali mereka juga akan menanyakan “what is your  dream?”….and then “what is the needs”. Kalau tidak salah, Walt Disney pun pernah menuliskan: “mimpi akan menjadi  sebuah magnet yang akan menarikmu ke sana”….CMIIW. Mimpi memang jangan sekedar angan-angan kosong…tapi jadikanlah ia sebuah  power/ magnet yang akan menarik kita…. Dan buat rekan-rekan yang mimpinya telah menjadi kenyataan, janganlah  berhenti untuk bermimpi lagi… So,..let’s dream….

to be continue…

Rgds Imam Supriyadi M37
supriyadi[at]sembawangenc.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: