mesin-its-indonesia

Arsip Penulis

Penerimaan Calon Mahasiswa

In Kurikulum Materi, Penerimaan Calon, Strategi Pembelajaran, pendidikan on 22/07/2007 at 05:52

Halo,

Sebentar lagi civitas akan menerima adik-adik yang baru. Apa sudah dipersiapkan penerimaannya?

Khan sekarang sudah ada asrama (selama 1 semester ya?).

Terus saya lihat perkembangan intake-peserta sudah bergeser dari yang dulu surabaya (dan kota-kota besar lainnya) sekarang sekitar surabaya dan kota-kota kecil diseputar jatim. Jadi pasti beda wawasannya.
Read the rest of this entry »

Bongkar Kurikulum

In Kurikulum Materi, kurikulum, pendidikan, teknik mesin on 30/05/2007 at 00:00

Mohon komentar kritis ya. (Bagaimana Caranya?)

Saya iseng-iseng (ngoyo) membongkar kurikulum mesin 2004. Sementara ini kita lihat dari sudut materi kulaih saja, kompetensi diabaikan.

———-

Kurikulum kita dibangun berbasis pada tiga tahap besar: persiapan, ’sarmud’, dan sarjana. Karena pada intinya ditandai dengan kuliah: GAMBAR – ELMES – TA.

Read the rest of this entry »

Strategi Pembelajaran

In Karakter Pelajar, Kompetensi Dosen, Strategi Pembelajaran, pendidikan, teknik mesin on 30/05/2007 at 00:00

Mohon koreksi, terima kasih. << Bagaimana Caranya?

Hasil akhir dari PT salah satunya adalah lulusan yang mumpuni. Ini saya terjemahkan: – menguasai (secara umum) ilmu dasar keteknikannya; – menguasai kemampuan nonteknis (saya sempitkan lagi menjadi kemampuan belajar dan berkreasi).

Kemampuan teknis terperikan dalam kurikulum materi kuliah, dan sangat bergantung pada kompetensi pengajarnya (kedalaman dan keluasannya). Tapi tetap untuk S1 kemampuan ini dibatasi pada level dasar dan aplikatif (sekedar mengenal dan menggunakan).
Read the rest of this entry »

Bongkar SDM (mesin)

In Kompetensi Dosen, Sistem Pendukung, pendidikan, teknik mesin on 30/05/2007 at 00:00

Saya bedah mengenai sumber daya manusia dan faktor yang mempengaruhinya. (data 2000, khusus teknik mesin) << Bagaimana Caranya?

———————

Jenjang kita adalah: Guru Besar, Lektor Kepala, Lektor, Asisten Ahli
Jumlah pengajar +- 60

NIP 130XXXX (usia 50-an) jumlah 33 (58%), mayoritas Lektor 58%, meski ada Asisten Ahli 1. S1 45%, dan S2 24%, sisanya S3 Disini ada beban S1 besar.

NIP 131XXXX (usia 40-an) jumlah 18 (29%), maksimal masih Lektor Madya S2 61%, sisanya S3, tidak ada S1 S2 seharusnya sudah S3. Jenjang lambat.

NIP 132XXXX (usia 30-an) jumalah 11 (18%), maksimal Asisten Ahli Madya S2 73%, S3 27% Kualifikasi cukup baik, namun jenjang masih bisa diangkat.
Read the rest of this entry »

Strategi Gendheng! (Catatan Harian Mahasiswa)

In Karakter Pelajar, Strategi Pembelajaran on 13/05/2007 at 13:08

Catatan diary seorang mahasiswa tentang strategi belajar yang dia bawa sejak SMA …

Dosen1:
Mereka bilang kuat lembur bagadang, tetapi kalau dapat tugas nggarap soal  atau resume and elaborasi serta enrichment materi kuliah untuk the next  meeting mereka agak keberatan gitu lho.

Mahasiswa:
…saya memang kuat begadang, tapi kalo mau ujian saja… Strategi saya dari SMA dulu: catat yang rapi semua perkataan guru, karena biasanya 80% pasti keluar di ujian. Baca-baca dulu sebelum pelajaran sih boleh, tapi rasanya gak pengaruh besar di ujian. Lha kalo jawaban diujian gak persis dengan keinginan guru meski menurut pemikiran saya yang masih sederhana itu benar, ya gak lulus lah… Jadi simpan tenaga buat begadang waktu ujian.
Read the rest of this entry »

Mana yang Harus Dibenahi Dulu?

In Karakter Pelajar, Kompetensi Dosen, Kurikulum Materi, Sistem Pendukung, Strategi Pembelajaran, kurikulum, teknik mesin on 12/05/2007 at 00:00

Setuju deh. (Sekolah di ITS Sulit?)

Satu sisi saya membayangkan seperti ini:

Ada seorang anak, dengan kapasitas mencerna makanan maksimal 1 piring setiap makan – 3 kali sehari. Pola makannya pun masih sederhana nasi-tempe-tahu. Dia masuk dalam sebuah training “PANDAI MAKAN” selama lima hari yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kapasitas makannya. Diharapkan setelah lulus dia punya ‘rasa’ Bistik A sampai Z, Spageti X, Y, Z, dan macam-macam lagi. Sementara itu industri penerima lulusan ini juga macam-macam, ada restoran khusus kentucy saja, ada pizza hut, ada bistik obong, …, bahkan banyak juga yang tempe-penyet. Tugas lulusan dalam restoran sementara ini hanya membedakan rasa saja.
Read the rest of this entry »