mesin-its-indonesia

Arsip Penulis

Privatisasi atau komersialisasi perguruan tinggi?

In Opini on 18/12/2008 at 14:39

Oleh: Harus Laksana Guntur*)

Pengesahan RUU BHP oleh DPR pada hari Rabu,17 Desember 2008 yang lalu telah menuai protes keras dari kalangan mahasiswa di beberapa kota di Indonesia. Bahkan diantara para praktisi pendidikan tinggi sendiri, masih terjadi pro dan kontra atas diberlakukannya UU BHP ini. Ketakutan mahasiswa atau para pengguna jasa pendidikan tinggi selama ini adalah akses masuk Perguruan Tinggi (PT) semakin sulit. Dan PT akan menjadi barang mewah bagi sebagian besar masyarakat kita. Pengesahan RUU BHP menjadi UU BHP seolah memberikan legitimasi pada aksi komersialisasi yang selama ini terjadi dan dilakukan oleh PT yang sudah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Read the rest of this entry »

Hapus Academic dan Power Harassment di Kampus!

In Karakter Pelajar, Opini, Penerimaan Calon, pendidikan, sepuluh nopember, teknik mesin on 07/12/2008 at 11:31

Oleh:Harus Laksana Guntur *)

Kekerasan fisik dan psikis tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Apalagi jika kekerasan itu terjadi di lingkungan kampus! Lingkungan tempat berkumpulnya kelompok dengan kapasitas intelektual yang memadai.Sebuah masyarakat yang bisa disebut sebagai miniatur dari sebuah knowledge dan civil society. Masyarakat yang seharusnya menjadikan knowledge sebagai pijakan dari setiap aktifitasnya.Masyarakat yang tahu betul akan hak dan kewajibannya. Knowledge yang memiliki makna luas, termasuk didalamnya adalah knowledge yang berhubungan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat dan agama yang dianutnya. Tidak terbatas hanya pada pengetahuan tentang keprofesian dan kompetensinya. Read the rest of this entry »

Universities must produce integrated enterprises

In Opini on 28/02/2008 at 04:54

Universities must produce integrated enterprises
Opinion News – The Jakarta Post, Saturday, February 09, 2008
Harus Laksana Guntur, Tokyo
http://www.thejakartapost.com/yesterdaydetail.asp?
fileid=20080209.F04

In the global era, universities in Indonesia face two challenges.First, our university has to be able to create business enterprises and second, it has to be able to produce social enterprises.
Read the rest of this entry »

Sains,Teknologi dan Kebijakan

In Opini on 29/01/2008 at 07:41

Sains,Teknologi dan Kebijakan
Oleh: Harus Laksana Guntur
http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=321239&kat_id=16

Saya sangat yakin kalau istilah sains dan teknologi yang kebanyakan dari kita mengenalnya dengan sebutan ilmu, pengetahuan, dan teknologi (iptek) sudah sangat akrab di telinga, mata, dan otak kita. Apalagi, bagi mereka yang tiap hari bergulat dengan sains dan teknologi, seperti praktisi pendidikan, peneliti, dan para pengambil kebijakan. Read the rest of this entry »

Universitas dan Social Entrepreneurship

In Opini on 16/01/2008 at 09:19

Universitas dan Social Entrepreneurship
Oleh: Harus Laksana Guntur
Dosen Mesin ITS, sedang menimba ilmu di Tokyo Institute of Technology, Jepang

Didalam artikel saya sebelumnya, di kolom Opini Harian Republika (Sabtu,1/12/ 2007), saya menulis tentang Tantangan Baru Universitas Kita. Universitas harus mampu menciptakan sosok business entrepreneur yang mampu mengubah temuan riset menjadi business enterprises dan bisa mendatangkan keuntungan ekonomi bagi mahasiswa, peneliti, universitas dan masyarakat. Universitas harus mampu mencetak spin out company berbasis inovasi teknologi yang mampu menggerakkan perekonomian nasional dan global.Maka, pada tulisan ini, saya ingin memaparkan satu fenomena global-baru, yang menggambarkan fungsi lain yang juga sangat signifikan dari sebuah Universitas. Read the rest of this entry »

Tantangan Baru Universitas Kita

In Opini on 01/12/2007 at 05:09

Tantangan Baru Universitas Kita
Oleh: Harus Laksana Guntur
Dosen Mesin ITS yang sedang menimba ilmu di Tokyo Institute of Technology, Jepang
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=315645&kat_id=16&kat_id1=&kat_id2=

“Ilmu pengetahuan harus mendatangkan peningkatan standard kualitas kehidupan umat manusia dan, kalau memungkinkan, menyelamatkan masadepan generasi yang akan datang.”

Berangkat dari filosofi tersebut, ilmu pengetahuan dituntut untuk terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Penemuan-penemuan baru, sebagai produk dari pengembangan ilmu pengetahuan, harus bisa meningkatkan standar kualitas kehidupan manusia dan menyelamatkan masa depan generasi yang akan datang. Belakangan ada sebuah fenomena menarik di dunia pendidikan tinggi dunia yaitu maraknya pemeringkatan institusi pendidikan tinggi oleh media dan berbagai badan perangking dunia dengan berbagai kriterianya. Read the rest of this entry »

Mendorong kontrak sosial baru Perguruan Tinggi

In Opini, pendidikan on 30/10/2007 at 03:06

Oleh: Harus Laksana Guntur,
Dosen Mesin ITS yang lagi menimba ilmu di Tokyo Institute of Technology, Jepang.

Upaya pemerintah memajukan pendidikan tinggi dengan melakukan privatisasi universitas negeri sejauh ini dianggap oleh sebagian kalangan sebagai tindakan tergesa-gesa yang justru bisa mengancam dunia pendidikan tinggi.

Privatisasi universitas-universitas negeri dikhawatirkan tidak hanya akan mendorong pendidikan biaya tinggi, tapi juga akan memunculkan sebuah kompetisi tidak sehat di antara perguruan tinggi. Perguruan tinggi sebagai sebuah public good bisa jadi dikalahkan dengan fungsi barunya sebagai market-oriented enterprises. Read the rest of this entry »

Bahan bakar ramah lingkungan, siapa peduli?

In IPTEK, Opini on 17/10/2007 at 08:42

Oleh:Harus Laksana Guntur
Kolom Opini harian Republika, Sabtu, 28 April 2007
http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=291174&kat_id=16

Tidak ada keraguan lagi jika kita menggunakan gas sebagai bahan bakar kendaraan bermotor, dunia akan menjadi lebih bersih dan hijau. Hal ini tidak seperti ketika ide tentang pemanfaatan gas alam sebagai BBG (Bahan Bakar Gas) utk pertamakalinya disuarakan. Saat ini, BBG adalah sebuah kenyataan dan telah digunakan selama beberapa tahun terakhir. Read the rest of this entry »

Menengok negara kaya inovasi

In Opini on 06/10/2007 at 04:00

Oleh: Harus Laksana Guntur
Kolom Opini Harian Republika, Senin 23 Juli 2007
http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=300988&kat_id=16

Banyaknya masalah yang ada di negeri kita seharusnya membuat kita semakin produktif dalam menciptakan inovasi di segala bidang. Kenapa? Karena pada hakekatnya, inovasi adalah ide-ide baru yang muncul seiring dengan adanya keinginan untuk memperbaiki masalah yang ada.

Kalau kita jejer masalah yang ada di Indonesia, mulai dari sabang sampai merauke, mulai dari yang kecil sampai yang besar, saya yakin kita tidak akan mampu menghitungnya. Mulai dari masalah lumpur Sidoarjo, tsunami, banjir, sampah, beras, BBM, gempa, sampai masalah minyak goreng.Logikanya, semakin banyak masalah maka semakin meningkat pula inovasinya. Tapi, yang terjadi di Indonesia mungkin tidak demikian adanya. Read the rest of this entry »

Final Project

In Kurikulum Materi, kurikulum, teknik mesin on 23/05/2007 at 00:00

(Bagaimana Caranya?)

Mau cerita sedikit ttg kondisi di Jepang pd umumnya. Perbedaan yg  sangat menonjol adalah jumlah sks mhs s-1 di Jepang (mgkn jg di  negara2 maju lainnya) tidak terlalu tinggi, hanya 124sks, tdk spt di  tpt kita. Seluruh mata kuliah, biasanya sdh sls pd akhir thn ke-3,  shg 1 thn terakhir(thn ke-4) digunakan utk latihan riset(kalau di  kita TA). Pada tahun terakhir (biasanya mhs disebut B4,  baca:Bachelor 4), mhs mulai masuk ke lab2 sesuai dg minat. Di lab2  inilah mereka dibimbing oleh profesor selama 1thn.
Read the rest of this entry »